Asesmen Kematangan ESG-SCAAsesmen mandiri
Penjelasan awal

Rubrik Kematangan ESG-SCA

Instrumen ini merupakan skala pengukuran diagnostik untuk menjelaskan, menafsirkan, atau mengidentifikasi apakah organisasi telah membangun keunggulan bersaing yang bertahan lama dengan menerapkan program ESG. Instrumen asesmen ini memiliki 4 dimensi penilaian.

Empat dimensi penilaian

Masing-masing dari enam belas indikator dinilai pada lima tingkat kematangan (Tingkat 1 = ad hoc/tidak ada hingga Tingkat 5 = terus ditingkatkan dan saling memperkuat).

OPP

Penciptaan Peluang

Opportunity exploitation

Sejauh mana sumber daya ESG dan hubungan pemangku kepentingan perusahaan memungkinkan perolehan peluang pasar—posisi atau harga premium serta akses ke pelanggan, segmen, atau mitra—yang tidak dapat diperoleh pesaing utama dengan persyaratan setara selama periode pengamatan.

THR

Perlindungan Nilai

Threat neutralization

Sejauh mana sumber daya ESG perusahaan melindunginya dari ancaman kompetitif, regulatif, reputasi, dan akses pasar secara lebih efektif daripada pesaing, dengan mempertahankan akses ke pasar dan rantai nilai serta menyerap guncangan institusional atau pemangku kepentingan.

DUR

Keberlanjutan Keunggulan

Durability / inimitability

Sejauh mana pesaing tidak dapat meniru, memperoleh, atau menggantikan sumber daya dan hubungan berbasis ESG yang mendasari keunggulan perusahaan, sehingga mempertahankan atau memperkuat posisi kompetitif berbasis ESG selama periode pengamatan.

CST

Efisiensi

Cost efficiency

Kami memodelkan keunggulan biaya dan sumber daya dalam penggunaan sumber daya (misalnya energi, air, material, limbah), modal, risiko, serta hubungan tenaga kerja dan pemangku kepentingan yang dapat diatribusikan pada praktik ESG perusahaan dan diamati relatif terhadap pesaing sebagai dimensi terpisah, karena efisiensi ini dapat mencerminkan kesetaraan operasional, bukan diferensiasi khusus ESG.

Tiga area kapabilitas

Setiap indikator dinilai pada tiga area kapabilitas yang berbeda:

Kebijakan dan prosedur

Strategi ESG yang dirancang secara sengaja dan mekanisme yang dibangun perusahaan untuk memperoleh keunggulan spesifik tersebut.

Perilaku dan budaya

Sejauh mana upaya memperoleh keunggulan berbasis ESG tertanam dalam perilaku sehari-hari.

Hasil dan dampak

Manfaat kompetitif yang benar-benar terealisasi relatif terhadap pesaing.

Lima tingkat kematangan

1 Tidak ada Tidak ada mekanisme formal, perilaku yang relevan sangat sedikit atau tidak ada, dan tidak ada keunggulan kompetitif.
2 Ad hoc Terdapat beberapa aktivitas terpisah, tetapi bersifat informal, tidak konsisten, atau bergantung pada individu.
3 Terdefinisi Terdapat proses yang disetujui, penanggung jawab telah ditetapkan, dan praktik berjalan di sebagian organisasi. Beberapa hasil terdokumentasi.
4 Terintegrasi Proses tertanam di seluruh unit yang relevan, terkait dengan rencana dan indikator kinerja utama (KPI), dipantau secara berkala, dan menghasilkan hasil yang konsisten relatif terhadap pesaing.
5 Terus ditingkatkan Kapabilitas ditelaah secara independen, dibandingkan melalui tolok ukur (benchmarking), berada dalam tata kelola tingkat dewan, diperkuat melalui insentif dan pembelajaran, serta menghasilkan hasil yang bertahan atau meningkat.

Tingkat kematangan bersifat kumulatif dalam persyaratan kapabilitas, bukan dalam keterbatasannya. Sebagai contoh, prosedur yang disetujui pada Tingkat 3 menggantikan ketiadaan atau sifat informal pada Tingkat 1 dan 2; cakupan seluruh organisasi pada Tingkat 4 menggantikan cakupan parsial pada Tingkat 3. Demikian pula, persyaratan Tingkat 4 bahwa tidak ada kapabilitas inti yang disamai menggantikan keterbatasan Tingkat 3 bahwa sebagian kapabilitas disamai. Untuk memperoleh Tingkat 4, organisasi harus memenuhi setiap kriteria Tingkat 4 dan seluruh persyaratan kapabilitas tingkat lebih rendah yang sesuai untuk area tersebut. Jika ada kriteria wajib Tingkat 4 yang tidak terpenuhi, berikan Tingkat 3 hanya jika seluruh persyaratan yang berlaku sepenuhnya didukung; jika tidak, lanjutkan ke tingkat berikutnya yang lebih rendah.

Aturan penilaian

  • Kelompok pembanding (peer set/pesaing utama): sebelum penilaian, tetapkan tiga sampai lima pesaing utama yang beroperasi di pasar yang sama. Gunakan kelompok pembanding yang sama untuk setiap indikator dan catat sumber data setiap pesaing.
  • Periode pengamatan [W]: tiga tahun buku terakhir yang telah selesai (Y1–Y3). Bukti hanya diperhitungkan jika bertanggal dalam [W] dan disetujui, dikomunikasikan, atau diimplementasikan dalam periode tersebut (SK-8/DKU.MBU/12/2023).
  • Unit yang relevan: unit bisnis, lokasi, lini produk, pasar, atau segmen yang menjadi cakupan suatu indikator, yang didaftarkan sebelum penilaian dimulai. “Seluruh unit yang relevan” berarti setiap unit dalam daftar tersebut.
  • Atribusi ESG: suatu hasil hanya diperhitungkan jika dokumen menunjukkan bahwa atribut, praktik, atau kredensial ESG dinyatakan sebagai penyebab atau kriteria seleksi (misalnya penilaian tender, persyaratan pembeli, atau register penghematan inisiatif). Hasil yang juga diperoleh kelompok pembanding tidak diperhitungkan sebagai keunggulan.
  • Kriteria kumulatif: nilai setiap area kapabilitas secara terpisah pada tingkat tertinggi yang memenuhi seluruh kriteria yang berlaku. Kriteria tingkat lebih tinggi menggantikan keterbatasan tingkat lebih rendah yang bertentangan, seperti ketiadaan, sifat informal, cakupan parsial, atau hasil yang tidak konsisten; keterbatasan tersebut bukan prasyarat untuk skor lebih tinggi. Pertahankan persyaratan kapabilitas tingkat lebih rendah yang tetap sesuai dengan tingkat lebih tinggi. “Seluruh kriteria Tingkat 3, ditambah” dan “Seluruh kriteria Tingkat 4, ditambah” berarti seluruh persyaratan yang sesuai dari tingkat tersebut beserta kriteria tambahan pada tingkat yang dinilai. Jika suatu kriteria wajib tidak terpenuhi, periksa tingkat yang lebih rendah secara berurutan dan berikan tingkat tertinggi yang sepenuhnya didukung; jangan menganggap tingkat tepat di bawahnya otomatis terpenuhi.
  • Pemberian skor: beri skor setiap area kapabilitas pada setiap indikator berupa bilangan bulat dari 1 sampai 5 (tanpa desimal). Skor area dapat dirata-ratakan pada empat indikator dalam satu dimensi, tetapi ketiga area kapabilitas selalu dilaporkan secara terpisah.
  • Bukti: dasarkan setiap skor pada telaah dokumen, survei, wawancara, dan sumber publik (misalnya laporan tahunan dan keberlanjutan, pemberitaan, serta data regulator dan lembaga pemeringkat). Untuk setiap sel, catat temuan, bukti pendukung, sumbernya, dan alasan singkat pemberian skor.
  • Tidak berlaku (N/A): jika tidak ada peristiwa yang memenuhi syarat dalam [W] (misalnya tidak ada guncangan untuk THR3 atau upaya penyamaan keunggulan untuk DUR3), catat sel Hasil dan dampak sebagai N/A dengan alasan, bukan Tingkat 1.
  • Validasi: sebelum finalisasi, bandingkan skor dengan penilaian sebelumnya (jika menggunakan kriteria yang sama) dan peristiwa aktual dalam [W]; turunkan skor jika peristiwa merugikan yang material menunjukkan bahwa kriteria tersebut tidak efektif.

Operasionalisasi

Laksanakan penilaian melalui survei atau wawancara adaptif dengan prosedur berikut: 1. Mulai dengan kriteria Tingkat 3 untuk Kebijakan dan prosedur pada OPP1. 2. Jika kondisi yang diamati berada di bawah kriteria tingkat tersebut, nilai tingkat berikutnya yang lebih rendah. 3. Jika kondisi yang diamati memenuhi kriteria tingkat tersebut, catat skor area kapabilitas itu dan lanjutkan ke area berikutnya (Perilaku dan budaya → Hasil dan dampak). Nilai setiap area secara terpisah; skornya dapat berbeda. 4. Jika kondisi yang diamati melampaui kriteria tingkat tersebut, nilai tingkat berikutnya yang lebih tinggi. 5. Setelah ketiga area kapabilitas pada OPP1 diberi skor, lanjutkan secara berurutan ke OPP2, OPP3, dan OPP4 dengan mengulangi Langkah 1 untuk setiap indikator. 6. Setelah seluruh indikator OPP diberi skor, ulangi prosedur untuk THR, DUR, dan CST secara berurutan. 7. Penilaian selesai setelah ketiga area kapabilitas pada masing-masing dari enam belas indikator di empat dimensi telah dinilai.

Contoh ilustratif

Skor area kapabilitas OPP1: • Kebijakan dan prosedur: Tingkat 4; • Perilaku dan budaya: Tingkat 3; • Hasil dan dampak: Tingkat 2; Interpretasi: Perusahaan telah mengintegrasikan identifikasi peluang ESG ke dalam strategi dan prosedur formalnya, tetapi implementasinya masih tidak merata di antara unit yang relevan. Perusahaan mungkin telah memperoleh peluang terkait ESG secara terpisah, tetapi belum membuktikan bahwa ESG mendorong hasil tersebut atau bahwa pesaing tidak dapat mengaksesnya. Kesenjangan kematangan utama: Menerjemahkan mekanisme ESG formal yang ada menjadi perilaku yang dijalankan secara konsisten dan hasil kompetitif yang terverifikasi.

Petunjuk pengisian

Untuk setiap area kapabilitas, Anda akan melihat kriteria satu tingkat kematangan. Bandingkan dengan kondisi organisasi Anda, lalu pilih: • Belum memenuhi — kondisi organisasi berada di bawah kriteria tersebut. • Memenuhi — kondisi organisasi memenuhi seluruh kriteria tersebut, tetapi tidak lebih. • Melampaui — kondisi organisasi memenuhi seluruh kriteria tersebut dan lebih dari itu. Periode pengamatan [W] adalah tiga tahun buku terakhir yang telah selesai (Y1–Y3). Pesaing utama (kelompok pembanding) adalah tiga sampai lima pesaing yang beroperasi di pasar yang sama. Jawaban tersimpan otomatis, sehingga Anda dapat melanjutkan kapan saja melalui tautan pribadi Anda.

Mulai asesmen